Sekelompok peneliti internasional yang terdiri dari sejumlah biolog
asal University of York, Inggris, peneliti dari Czech University of Life
Sciences serta Academy of Sciences, Charles University, Republik Ceko,
menemukan lima spesies kelelawar baru di Afrika barat.
Kelelawar tersebut ditemukan saat para peneliti melakukan tujuh
ekspedisi di taman nasional Niokolo-Koba di kawasan tenggara Senegal dan
melakukan analisis genetik. Kelima spesies kelelawar yang ditemukan
tampak serupa dengan kelelawar afrika lain, tetapi secara genetik,
mereka sangat jauh berbeda dengan saudaranya.
Temuan ini, yang sudah dipublikasikan di jurnal Frontiers in Zoology,
tak pernah terbayangkan sebelumnya dan mengindikasikan bahwa ada sangat
banyak keanekaragaman spesies kelelawar di Senegal. Kini para taksonom
sedang berusaha mendeskripsikan secara resmi spesies kelelawar Vesper (Vespertilionidae)
baru yang sebenarnya merupakan spesies dengan anggota keluarga terbesar
di dunia kelelawar, dengan 400 jenis kelelawar yang sudah diketahui.
Secara total, para peneliti mempelajari 213 ekor kelelawar
vespertilionid di Senegal dan mengenali sepuluh spesies. Lima di
antaranya, yang secara genetika berbeda dengan spesies yang sudah ada
diberi nama Pipistrellus hesperidus, Nycticeinops schlieffenii, Scotoecus hirundo, Neoromicia nana dan Neoromicia somalica.
"Kenyataan bahwa kelelawar Senegal ini tidak berhubungan dan berbeda
dengan saudara-saudaranya di bagian lain Afrika mengindikasikan bahwa
Afrika Barat bisa jadi merupakan kawasan terisolasi di masa lalu dan
membentuk tempat pengungsian. Di sini populasi kelelawar secara bertahap
mulai berkembang dan bahkan mengalami perubahan konfigurasi kromosom,"
kata Nancy Irwin, peneliti dari Department of Biology, University of
York.
Temuan menarik ini, kata Irwin, memastikan bahwa Afrika Barat bisa
jadi merupakan sebuah titik bio-geografi yang masih dianggap remeh namun
masih banyak menyimpan banyak spesies lain untuk ditemukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar